Oknum Berbaju PLN..!!

Peristiwa ini terjadi sudah lama, kalau saya engga salah ingat mungkin sekitaran tahun 2005. Saat itu MCB listrik yang dipakai di warnet saya terjadi gangguan, dalam hal ini terbakar. Ntah kenapa saat itu bisa terbakar mungkin kualitas barang sudah lemah, Daya listrik yang saya pakai 7700VA, padahal saat itu menurut hitungan beban pemakaian saya masih cukup dilayani dengan daya tersebut.diwarnet saat itu hanya tersedia 20 unit komputer plus lemari es dari coca cola. Singkat cerita akhirnya saya menghubungi petugas Gangguan dari PLN setempat, MCB pun akhirnya diganti oleh petugas tersebut, kalau engga salah ingat saat itu saya dikenai biaya administrasi sebesar Rp. 50.000,-. bukti laporan dari petugasnya pun ada dan kami tanda tangani bersama, bukti laporan tsb pun saya kasih ke bagian keuangan saya untuk diarsipkan. Namun karena sudah terlalu lama, sampai sekarang bukti laporan tersebut sudah hilang.saat pergantian MCB tsb saya tidak terlalu meneliti jenis dari MCB tsb, lha orang yang masang juga dari petugas PLN saya percaya saja, tau nyala saja.

Siang tadi pukul 11:00, saya kedatangan petugas PLN Gabungan, mereka bilang sedang melakukan Penertiban.lalu mereka mengechek Meteran Listrik yang saya gunakan berikut MCBnya. Dan pihak PLN menyatakan, diduga bahwa MCB yang saya pakai adalah bukan MCB resmi dari PLN melainkan MCB beli dari toko, berikut segel timahnya juga. Saat itu kondisi user diwarnet saya sedang penuh, tapi petugas PLN tetap akan memutus jalur listrik saya. Akhirnya listrikpun diputus😦. dibikinlah berita acara oleh petugasnya, saat itu saya sudah komplain bahwa yang mengganti MCB adalah dari pihak PLNya sendiri, tapi petugas itu bersikeras memutus listrik dan saya di suruh ke kantornya, saya datang ke kantornya, dari sana saya bukannya dikasih penjelasan, tapi si petugas PLN malah langsung memcetak Form Denda yang harus saya bayar, GILAkan,, akhirnya terjadi cekcok antara saya dan petugas tsb, saya bersikeras bahwa saya tidak bersalah dan yang melakukan penggantian mcb tsb adalah petugas PLNnya sendiri. Namun apa daya saya tetap diduga bersalah, selanjutnya saya menghadap bag.staff administrasi disana juga saya diberi penjelasan mengenai denda yg harus saya bayar, sayapun menjelaskan awal mula kejadianya seperti yang saya tulis diatas. Akhirnya petugas tsb meminta saya menunjukan bukti laporan pergantian mcb oleh petugas saat tahun 2005 tsb, jelas saya tak bisa menunjukan arsipnya pun dah hilang, wajar saja di kantor bertumpuk banyak berkas, kemudian saya balik tanya, apakah bisa dilihat diarsipnya database PLN..?? petugas tsb bilang, tidak ada disini juga Pak,” bahkan tahun 2005 saya belum bekerja disini .. dwwoooohhh makin deh meningkat kekesalan saya. Masa Perusahaan sekelas PLN gitu lhooo engga punya rekap data base perbaikan seperti itu.:-?.. percekcokan pun tak bisa dihindari antara saya dan petugas pln tsb, dan saya ditetapkan salah telah melanggar ketentuan PLN, dan dikenakan denda sebesar RP. 2.125.000,-. bhooo itu bukan uang sedikit. Akhirnya sayapun pulang.. dengan perasaan yg penuh kekesalan. Selama ini saya membayar PLN lancar, PLN naik harga pun engga komplain .. kenapa PLN berbuat gitu terhadap saya😦. ternyata OKNUM bukan hanya saja di instansi pemerintah yg lain saja, di PLNpun ada..

Kejadian ini saya ambil hikmahnya, “bahwa dalam setiap melakukan segala sesuatu hal harus sangat teliti dan waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dimasa mendatang”.

Bagi kawan-kawan, hati-hati ya terhadap petugas PLN… semoga tidak terjadi lagi peristiwa yang saya alami ini.

Kepada Bapak/Ibu Pejabat PLN, mohon tertibkan dulu OKNUM yang berkeliaran didalam BAJU PLN tsb, sebelum anda mentertibkan lingkungan masyarakat yang telah tertipu oleh ulah-ulah OKNUMmu

5 thoughts on “Oknum Berbaju PLN..!!

  1. Hati-hati kalau mau melakukan sesuatu pada alat kontrol PLN kita atau alat kontrol PDAM di rumah kita, emang sih petugasnya dari masing-masing instansi tersebut tapi “mainnya” pribados. Emang negeri ini super aneh!

    Banyak hal yang musti harus diperhatikan kita selaku “calon” korban mereka! Salah satunya tertib arsip! Arsip kalo udagh berumur 80 taunan boleh hilang Kang! Kalo baru 10 tahunan mesti ada di map arsip untuk jaga-jaga kalau orang2 PLN, PDAM, Telkom ujug-ugug main sinetron dan mendakwa kita!!!! Inih sering terjadi seperti menimpa Bapak saya dengan PDAM! Mereka NO MERCY kalo masalah denda mendenda, gak seperi layanan mereka yang masih jauh dibawah standar, seperti air sering macet, listrik sering mati dan lain-lain. Bukan keqi atau apa, saya juga toh kuli pemerintah! Namun ternyata meski terbilang, dan terhitung sedikit, yang namanya OKNUM itu mayoritas i institusi pemerintah he… he.. he….😛 . Peace ah!

  2. klo Mang bener ghian, cari dulu buktinya sampai dapat, paling nggak dilaporan keuangan tahunan dan bulanan warnet tahun itu ada khan?? nah itu coba di jadikan bukti dan kekesalan ini coba di limpahkan ke media cetak sekalian, misal Pikiran Rakyat ato Kompas sekalian, untuk media online ada di mediakonsumen.com

    Tapi ya ituh, harus punya bukti kuat dulu, itu duit gak dikit, klo gak masuk kas PLN brarti ada “sesuatu disana”

    beginilah resikonya Monopoli Energi di indonesia

    10 tahun reformasi yg masih terseok

  3. @dobelden

    Iya siy Kang, saya kalah karena engga bisa tunjukin bukti tsb.masalahnya bagian keuangan tahun tsb sudah engga bekerja lagi dengan saya, trus berkas arsipnya hilang ntah kemana, tapi kalau catatan di komputasimah ada, tapi ini tidak kuat untuk di jadiin bukti😦, trus ketika saya cek di database PLN juga [ via temen saya yg kerja disana ] , ternyata di rekening listrik saya memang ada catatan sempet ganti mcb, tapi ya itu dia Kang, ku keuekeuhna eta si PLN teh, saya tidak bisa berbuat apa-apa. untungnya saya punya dua meteran listrik jadi sekarang saya pake yg satunya lagi, dan meteran yg kasus itu, saya biarkan saja biar di cabut ma pln biar puas dia, pusing saya ngadepinya juga :d.

  4. Brengsek emang oknum petugas2 itu gak layak melayani masyarakat, mereka tak ubahnya seperti preman tukang palak. Gw jijik & benci banget sama mereka2 itu. Apa di bedil aja itu perutnya? Ada juga petugas yang tiba2 mau putusin sambungan klo enggak bayar biaya pemasangan 100rb, emang pada gak tahu diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s